Desa Bandar Kidul di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, yang dikenal sebagai sentra perajin tenun ikat bukan mesin, tak ketinggalan turut memeriahkannya juga.
Saat ini tercatat ada 13 perajin tenun ikat Bandar Kidul yang masih
produktif menjalankan usahanya itu. Sudarman, salah seorang perajin
mengatakan, ia menjalankan usahanya itu secara temurun dari Torejo,
bapaknya, yang juga meneruskan usaha dari Sahid, kakeknya.
Kain tenun yang dihasilkan Sudarman mulai dari kain sarung goyor,
kain misris (biasa), semi sutra, hingga sutra. Kain tersebut dibuat
berwarna-warni dengan motif Kediren seperti ceplok hingga lung. Kini
produk tenun yang ia beri merek Sinar Barokah sudah dikenal diberbagai
daerah hingga luar Pulau Jawa. Sekitar 30 karyawan dengan 25 alat tenun
terus berproduksi untuk memenuhi permintaan yang terus datang.
Sebagai sentra perajin tenun ikat, nama desa Bandar Kidul memang
sudah terkenal bagi para penggemar kain tenun ikat. Desa yang terletak
sekitar 1 Km arah barat Alun-alun Kota Kediri tersebut menjadi salah
satu destinasi wisata di Kota Kediri. Para pengunjung tersebut biasanya
diakomodir oleh beberapa hotel maupun agen travel yang cukup mudah
ditemui di Kota Kediri yang hanya terdiri dari 3 kecamatan ini. Sehingga
bukan pemandangan yang asing lagi jika ada turis mancanegara yang
berjalan-jalan di kawasan Bandar Kidul.
Para perajin tenun ikat tersebut tidak pernah menutup-nutupi proses
pembuatan kain tenun ikat. Bahkan mereka mempersilahkan dan
memfasilitasi para pengunjungnya untuk melihat proses pembuatan hingga
memberi kesempatan untuk mencoba menenun. Kunjungan tersebut tidak
dibatasi pada waktu-waktu tertentu, setiap saat dapat dilakukan asal
pada jam kerja dan ada pemberitahuan sebelumnya. Jadi, bisa menjadi
pengalaman tersendiri bagi Anda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar